Jakarta, Mei 2023 — Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan manusia secara menyeluruh. Namun, perhatian terhadap kesehatan jiwa di tengah masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya pemahaman mengenai tanda-tanda masalah kesehatan jiwa hingga adanya anggapan bahwa gangguan mental merupakan sesuatu yang memalukan untuk dibicarakan.
Melihat kondisi tersebut, Ns. Emi Yuliza, S.Kep., M.Kes, dosen Program Studi Pendidikan Profesi Ners, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Peningkatan Literasi Kesehatan Jiwa Masyarakat melalui Edukasi Deteksi Dini Gangguan Mental” pada Mei 2023. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa sebagai pendamping dalam proses edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan jiwa. Edukasi tidak hanya diarahkan agar masyarakat mengenal istilah gangguan mental, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi psikologis yang terjadi pada diri sendiri maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya.
Mengenali Perubahan yang Sering Diabaikan
Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan kondisi mental seseorang terkadang sulit dikenali. Seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis belum tentu menunjukkan kondisi tersebut secara terbuka. Ia masih dapat menjalankan pekerjaan, berinteraksi dengan orang lain, dan melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
Padahal, perubahan seperti mudah merasa cemas, mengalami perubahan suasana hati yang berkepanjangan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, mengalami gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan sosial, atau merasa tidak berdaya merupakan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian apabila berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa mengenali tanda-tanda tersebut bukan berarti memberikan diagnosis kepada diri sendiri ataupun orang lain. Deteksi dini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengetahui kapan seseorang membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Edukasi Menjadi Langkah Awal Membangun Kesadaran
Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar kesehatan jiwa, berbagai perubahan perilaku dan emosional yang perlu diperhatikan, pentingnya deteksi dini, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan adanya masalah kesehatan jiwa.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan dikaitkan dengan situasi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi mampu menghubungkannya dengan pengalaman dan kondisi yang ada di lingkungan mereka.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa membantu proses pelaksanaan edukasi sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan keperawatan yang diperoleh selama proses pendidikan dalam konteks kehidupan masyarakat.
Mengubah Cara Pandang terhadap Kesehatan Jiwa
Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah bahwa masalah kesehatan jiwa tidak seharusnya menjadi sesuatu yang ditutupi atau dianggap sebagai kelemahan seseorang.
Masyarakat perlu memiliki pemahaman bahwa seseorang yang mengalami masalah kesehatan jiwa membutuhkan dukungan dan perhatian, bukan stigma. Kalimat sederhana seperti menanyakan kondisi seseorang, bersedia mendengarkan ceritanya, dan membantu mencari pertolongan dapat menjadi bentuk kepedulian yang berarti.
Sebaliknya, memberikan label, menghakimi, atau menganggap seseorang hanya kurang bersyukur dapat membuat individu semakin enggan membicarakan masalah yang dihadapinya.
Karena itu, peningkatan literasi kesehatan jiwa tidak hanya bertujuan membuat masyarakat mampu mengenali tanda-tanda masalah mental. Lebih jauh, edukasi diharapkan dapat membentuk lingkungan yang lebih terbuka dan peduli terhadap kesehatan jiwa.
Deteksi Dini Membantu Mendorong Pertolongan Lebih Cepat
Masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa melakukan deteksi dini tidak berarti seseorang telah dinyatakan mengalami gangguan mental. Skrining atau deteksi dini merupakan langkah awal untuk mengetahui apakah terdapat tanda atau risiko yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak melakukan diagnosis sendiri berdasarkan informasi yang diperoleh dari media sosial maupun internet. Ketika keluhan berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat mencari bantuan dari tenaga kesehatan atau profesional yang sesuai.
Dengan demikian, deteksi dini dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan bantuan secara lebih cepat dan tepat.
Peran Perawat dan Perguruan Tinggi dalam Literasi Kesehatan Jiwa
Sebagai tenaga kesehatan, perawat memiliki peran dalam upaya promotif dan preventif, termasuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan jiwa. Edukasi kesehatan menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap masalah mental.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Ns. Emi Yuliza, S.Kep., M.Kes bersama mahasiswa, perguruan tinggi berupaya mendekatkan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar berkomunikasi, memberikan edukasi, dan menerapkan ilmu keperawatan dalam situasi nyata di masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan pada Mei 2023 tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan jiwa.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan jiwa tidak selalu dimulai dari tindakan yang besar. Terkadang, langkah pertama cukup sederhana: mau mengenali perubahan, mau mendengarkan, dan tidak takut untuk mencari bantuan.
Dengan literasi kesehatan jiwa yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengenali masalah lebih awal, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli, terbuka, dan mendukung bagi setiap individu yang sedang menghadapi persoalan kesehatan jiwa.
Pakem Media Pakem Media