
Depok, 22 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia Maju kembali melaksanakan kunjungan kedua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Pelatihan Intensif Penggunaan Aplikasi Si-Kembang bagi Guru PAUD Yasmin, Cilodong, Kota Depok, pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam melaksanakan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui Aplikasi Si-Kembang sebagai media pencatatan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara terintegrasi.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai skrining pemeriksaan tumbuh kembang anak berdasarkan standar SDIDTK oleh Ibu Irma Jayatmi, SST., Bdn., M.Kes. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan, teknik pelaksanaan skrining sesuai pedoman, serta peran strategis guru PAUD sebagai mitra tenaga kesehatan dalam pemantauan tumbuh kembang anak usia dini.


Selanjutnya, Bapak Hedy Hardiana, S.Kep., MKM menyampaikan materi mengenai panduan instalasi, registrasi akun, serta pengenalan fitur-fitur Aplikasi Si-Kembang. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur aplikasi yang mendukung pengelolaan data anak, asesmen SDIDTK, pencatatan digital hasil skrining, pemantauan perkembangan, hingga mekanisme kolaborasi data antara guru PAUD, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam satu sistem informasi yang terintegrasi.

Memasuki sesi praktik, seluruh Guru PAUD Yasmin melakukan simulasi penggunaan Aplikasi Si-Kembang secara mandiri dengan pendampingan langsung dari tim fasilitator yang terdiri atas Irma Jayatmi, SST., Bdn., M.Kes, Hedy Hardiana, S.Kep., MKM, Ns. Agus Purnama, S.Kep., MKM., M.Kep., Sp.Kep.MB serta mahasiswa pendamping. Peserta mempraktikkan seluruh tahapan penggunaan aplikasi, mulai dari pengisian identitas anak, pelaksanaan skrining SDIDTK, pencatatan hasil pemeriksaan, hingga interpretasi hasil skrining sebagai dasar tindak lanjut apabila ditemukan adanya risiko keterlambatan tumbuh kembang.


Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi SDIDTK di lingkungan PAUD, Tim Pengabdian kepada Masyarakat juga menyerahkan 10 paket Alat Peraga Edukasi (APE) Kit SDIDTK kepada PAUD Yasmin. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Tim Pengabdi kepada Ibu Maesaroh selaku perwakilan Guru PAUD Yasmin. Alat peraga edukasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sekaligus mendukung kegiatan stimulasi dan skrining tumbuh kembang anak secara lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Irma Jayatmi, SST., Bdn., M.Kes, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital perlu diiringi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar implementasi SDIDTK dapat berjalan lebih optimal.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap guru PAUD tidak hanya memahami konsep skrining tumbuh kembang anak, tetapi juga mampu memanfaatkan Aplikasi Si-Kembang sebagai sarana pencatatan digital yang memudahkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga kesehatan. Dengan demikian, deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat sehingga anak memperoleh intervensi yang tepat sejak awal,” ujar Irma Jayatmi.
Sementara itu, Ibu Maesaroh, selaku perwakilan Guru PAUD Yasmin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi kami. Selain memahami cara melakukan skrining tumbuh kembang sesuai pedoman SDIDTK, kami juga belajar menggunakan aplikasi digital yang mempermudah pencatatan dan pemantauan perkembangan anak. Bantuan alat peraga edukasi yang diberikan juga sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan belajar dan stimulasi anak di PAUD Yasmin,” ungkapnya.
Aplikasi Si-Kembang merupakan inovasi digital yang mengintegrasikan peran guru PAUD, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam satu sistem informasi yang saling terhubung. Melalui akses sesuai kewenangan masing-masing pengguna, aplikasi ini mendukung proses deteksi dini, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, pencatatan data anak, asesmen SDIDTK, hingga kolaborasi data secara berkelanjutan sehingga pelayanan tumbuh kembang anak menjadi lebih efektif, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Diskusi interaktif, praktik langsung, serta pendampingan intensif menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan anak di lingkungan pendidikan usia dini.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Tim Pengabdi Universitas Indonesia Maju berharap implementasi Aplikasi Si-Kembang dapat menjadi model kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan dalam mendukung pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara guru, orang tua, dan tenaga kesehatan, setiap anak diharapkan memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sebagai investasi bagi generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Pakem Media Pakem Media