Mahasiswa S1 Farmasi Universitas Indonesia Maju Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Penyuluhan “Kenali, Hindari, Lindungi Diri dari Narkoba” bagi Siswa SMKS Bunga Persada Cianjur

Foto Bersama Tim Pengabdian Masyarakat UIMA bersama Siswa Siswi SMKS Bunga Persada Cianjur

Cianjur, 20 Agustus 2026 ̶ Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Indonesia Maju
melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui kegiatan penyuluhan
mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dengan mengusung tema “Kenali, Hindari,
Lindungi Diri dari Narkoba”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKS Bunga Persada Cianjur,
diikuti oleh 36 siswa dan didampingi oleh Dr. Rindu, SKM. M.Kes selaku dosen pengampu
mata kuliah Komunikasi Kesehatan.
Penyuluhan dilaksanakan oleh mahasiswa S1 Farmasi yang terdiri atas Dinar Nurajijah
Suherlan, Elfa Nurnajmi, Julian Irsyaad Najwan Fadhlullah, Nindya Ayu Widyathami, Nisrina
Qurratu’ain, Yulia Sayyida Nafisa, Zheda Sopyani, Aurel Nazla Agdi Putri, dan Sulistiarini.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai pengertian narkoba, jenis
dan golongan narkotika, ciri-ciri penyalahgunaan, faktor yang menyebabkan remaja rentan
menggunakan narkoba, dampak penyalahgunaan narkoba, hingga upaya pencegahannya.

Foto Bersama Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia Maju

Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa narkoba merupakan istilah yang
mencakup narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya lainnya yang dapat
memengaruhi pikiran, suasana hati, serta perilaku seseorang. Siswa juga diberikan pemahaman
mengenai golongan narkotika berdasarkan tingkat risiko ketergantungannya serta contoh dari
masing-masing golongan.
Selain mengenalkan narkoba, penyuluhan juga membahas ciri-ciri yang dapat terlihat pada
seseorang yang mengalami penyalahgunaan narkoba, baik dari perubahan fisik maupun
perilaku. Beberapa di antaranya adalah perubahan pola tidur, berat badan yang menurun, sulit
berkonsentrasi, emosi yang tidak stabil, menarik diri dari lingkungan, hingga menurunnya
prestasi belajar.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai alasan remaja menjadi salah satu
kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Masa remaja merupakan masa
pencarian jati diri sehingga rasa ingin tahu, tekanan teman sebaya, keinginan untuk diterima
dalam lingkungan pergaulan, masalah di sekolah maupun keluarga, serta pengaruh lingkungan
dapat menjadi faktor yang mendorong seseorang untuk mencoba narkoba.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkoba yang tidak
hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental dan kehidupan sosial.
Penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu fungsi otak dan sistem saraf, menimbulkan
gangguan pada berbagai organ tubuh, menyebabkan ketergantungan, menurunkan konsentrasi
dan daya ingat, mengganggu hubungan dengan keluarga maupun teman, serta berisiko
menghambat masa depan dan pendidikan. Selain itu, siswa diperkenalkan dengan konsekuensi
hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kegiatan penyuluhan berlangsung melalui beberapa rangkaian acara. Kegiatan diawali dengan
pembukaan dan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video promosi. Setelah
itu, siswa mengikuti pre-test sebagai kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman mereka
sebelum menerima materi penyuluhan. Selanjutnya mahasiswa menyampaikan materi
mengenai bahaya narkoba secara interaktif dan mudah dipahami oleh siswa.
Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk mengetahui
pemahaman siswa setelah mengikuti penyuluhan. Suasana kegiatan kemudian dibuat lebih
menyenangkan melalui yel-yel bersama yang bertujuan meningkatkan semangat dan
keterlibatan siswa dalam kegiatan. Acara diakhiri dengan penutupan, kemudian mahasiswa dan
siswa membuat video bersama dengan membawa jargon kegiatan sebagai bentuk dokumentasi
dan kampanye edukasi.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa berharap siswa dapat lebih
mengenali bahaya narkoba dan mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi
ajakan atau pengaruh lingkungan yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Edukasi mengenai pencegahan narkoba juga diharapkan dapat mendorong remaja untuk
memilih lingkungan yang positif, mengikuti kegiatan yang bermanfaat, serta berani
mengatakan “tidak” terhadap narkoba.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi
kesehatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan adanya penyuluhan yang
dikemas secara edukatif dan interaktif, diharapkan pesan “Kenali, Hindari, Lindungi Diri dari
Narkoba” dapat dipahami dan diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

About evan

Leave a Reply

Your email address will not be published.