
Kab.Cianjur/Kec,Cilaku,kampung cillaku empang, 2 September 2026 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan zat adiktif, kelompok pemuda yang beranggotakan Rival, Fauzan, dan kawan-kawan menggelar kegiatan penyuluhan edukatif bagi 4 orang remaja di lingkungan sekitar. Kegiatan yang dikemas secara santai dan interaktif ini mengusung kampanye “Jangan Rusak Diri dan Masa Depanmu Karena Narkoba & Penyalahgunaan Obat”.
Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis dan risiko narkoba, dampak buruk penyalahgunaan obat keras terhadap kesehatan, serta membentuk sikap tegas remaja agar mampu menolak ajakan yang merusak.

Mengenal Bahaya Narkoba dan Penyalahgunaan Obat
Dalam pemaparan materi menggunakan media laptop, pemateri menjelaskan bahwa narkoba merupakan zat yang bekerja mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga dapat mengubah pikiran, perasaan, perilaku, fungsi tubuh, serta memicu ketergantungan. Selain narkotika ilegal, penyuluhan ini secara khusus menyoroti maraknya penyalahgunaan obat-obatan medis yang sering dikonsumsi tanpa resep atau melebihi dosis. Beberapa contoh obat yang kerap disalahgunakan antara lain Tramadol, Trihexyphenidyl (THP), Dextromethorphan (DMP), Alprazolam, Diazepam, Clonazepam, hingga Carisoprodol. Sebagai contoh, Tramadol yang sebenarnya berfungsi medis sebagai pereda nyeri golongan opioid, kerap disalahgunakan karena efeknya yang mempengaruhi kesadaran. Padahal, penggunaan tanpa pengawasan medis berisiko tinggi menyebabkan ketergantungan, kejang, gangguan pernapasan, hingga overdosis.
Faktor Penyebab dan Dampak Penyalahgunaan
Para remaja diajak berdiskusi memahami mengapa usia muda sangat rentan terhadap penyalahgunaan zat. Beberapa faktor pendorong utamanya meliputi:
- Rasa penasaran yang tinggi.
- Pengaruh lingkungan dan tekanan sosial/pertemanan.
- Masalah pribadi serta kurangnya pengetahuan
Penyuluhan ini juga menegaskan dampak buruk penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan yang mencakup berbagai aspek:
- Kesehatan Tubuh: Mengganggu fungsi otak, konsentrasi, kerja jantung, sistem pernapasan, hingga kerusakan organ permanen.
- Perilaku & Emosi: Perubahan emosi yang tidak stabil, mudah marah, serta menarik diri dari lingkungan sosial.
- Pendidikan & Masa Depan: Menurunnya prestasi belajar, terhambatnya cita-cita, menurunnya peluang kerja, hingga implikasi masalah hukum.
- Sosial & Keluarga: Menimbulkan konflik keluarga, merusak hubungan pertemanan, serta memicu masalah ekonomi.
Luruskan Mitos dan Edukasi Pencegahan
Kegiatan penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif saat membahas Mitos vs Fakta seputar penggunaan obat:
- Mitos: “Kalau bentuknya obat, berarti pasti aman.”
Fakta: Obat hanya aman jika digunakan sesuai indikasi, dosis, dan aturan dari tenaga kesehatan.
- Mitos: “Coba sekali saja tidak masalah.”
Fakta: Penggunaan tanpa pengawasan tetap berisiko fatal meskipun baru pertama kali mencoba.
- Mitos: “Obat resep teman boleh dipakai bersama.”
Fakta: Obat resep disesuaikan dengan kondisi medis individu dan tidak boleh disebarluaskan sembarangan.
Di akhir sesi, tim penyuluh memberikan panduan praktis pencegahan bagi peserta, seperti cara menolak ajakan dengan tegas, menghindari lingkungan berisiko, memilih pertemanan yang positif, serta kapan harus mencari bantuan medis/psikologis jika menemukan teman yang terindikasi ketergantungan.

Harapan dan Penutup
Melalui edukasi secara langsung dan dekat dengan keseharian remaja ini, diharapkan para peserta dapat memfilter pengaruh negatif di lingkungan mereka dan berani mengambil keputusan yang tepat. Kegiatan diakhiri dengan pesan kebersamaan dan penegasan slogan utama:
“Berani Nolak, Berani Menjaga Masa Depan!”

Pakem Media Pakem Media