Universitas Indonesia Maju – Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena mendukung komunikasi antar tenaga kesehatan, kesinambungan pelayanan, serta mutu dan keselamatan pasien. Perkembangan teknologi informasi mendorong penerapan dokumentasi asuhan keperawatan berbasis elektronik yang membutuhkan pemahaman dan kesiapan tenaga keperawatan, khususnya manajer keperawatan sebagai pihak yang berperan dalam mengarahkan, mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaan dokumentasi.
Dalam rangka meningkatkan kapasitas tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Indonesia Maju menyelenggarakan kegiatan bertema “Peningkatan Kapasitas Manajer Keperawatan dalam Pengelolaan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Berbasis Elektronik” di RSUD Bogor pada 20 Mei 2023. Kegiatan dipimpin oleh Ns. Ahmad Rizal, S.Kep., M.Kes. bersama tim, dengan melibatkan 30 orang manajer dan tenaga keperawatan. Edukasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip dokumentasi elektronik dan peran manajerial dalam memastikan dokumentasi dilakukan secara lengkap, akurat, tepat waktu, serta menjaga keamanan dan kerahasiaan data pasien.
Persiapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak rumah sakit, identifikasi kebutuhan edukasi, serta penyusunan materi yang disesuaikan dengan permasalahan dokumentasi di lingkungan pelayanan. Materi yang diberikan meliputi konsep dokumentasi asuhan keperawatan berbasis elektronik, prinsip kelengkapan dan ketepatan pencatatan, alur dokumentasi, supervisi dokumentasi, serta keamanan informasi pasien. Media edukasi digunakan untuk membantu peserta memahami materi secara sistematis dan aplikatif.
Pelaksanaan edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan kendala dalam penerapan dokumentasi elektronik. Pembahasan diarahkan pada pentingnya supervisi manajer keperawatan, pemberian umpan balik kepada perawat, serta identifikasi hambatan dalam penggunaan sistem dokumentasi. Pendekatan partisipatif membantu peserta menghubungkan materi dengan kondisi yang dihadapi dalam pelayanan sehari-hari.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 68 pada pre-test menjadi 87 pada post-test, atau meningkat sebesar 19 poin (27,9%) dibandingkan skor awal. Jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik juga meningkat dari 13 orang (43,3%) menjadi 27 orang (90%) setelah edukasi. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip dan pengelolaan dokumentasi asuhan keperawatan berbasis elektronik.
Kegiatan juga mendapat respons positif dari peserta yang aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait penerapan sistem dokumentasi elektronik, kelengkapan pencatatan, supervisi, serta keamanan data pasien. Beberapa kendala yang dibahas meliputi perbedaan tingkat pemahaman pengguna terhadap sistem dan kebutuhan adaptasi terhadap alur dokumentasi elektronik. Tindak lanjut yang dapat dilakukan berupa edukasi ulang atau penyegaran secara berkala, penguatan supervisi, serta monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan dokumentasi di unit pelayanan.
Melalui kegiatan ini, peningkatan kapasitas manajer keperawatan diharapkan dapat mendukung penerapan dokumentasi asuhan keperawatan berbasis elektronik yang lebih tertib, lengkap, akurat, dan berkesinambungan. Penguatan kompetensi dan supervisi secara berkelanjutan diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam praktik dan mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
Pakem Media Pakem Media