Universitas Indonesia Maju – Penerapan evidence-based practice (EBP) dalam manajemen asuhan keperawatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengambilan keputusan yang didasarkan pada bukti ilmiah, pengalaman klinis, dan kebutuhan pasien. Pemahaman dan kemampuan tenaga keperawatan dalam menerapkan EBP diperlukan agar proses asuhan keperawatan dapat dilakukan secara sistematis, tepat, dan berorientasi pada mutu pelayanan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 15 Juli 2025 di RS Depok, dengan narasumber Ns. Ahmad Rizal, S.Kep., M.Kes. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta dan difokuskan pada pendampingan manajemen asuhan keperawatan berbasis EBP, meliputi identifikasi masalah keperawatan, pencarian dan pemanfaatan bukti ilmiah, penerapan hasil penelitian dalam praktik, serta evaluasi asuhan keperawatan.
Tahap persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak rumah sakit dan identifikasi kebutuhan peserta. Materi pendampingan mencakup konsep dasar EBP, langkah-langkah penerapan EBP dalam asuhan keperawatan, pemanfaatan sumber literatur ilmiah, penyusunan keputusan berdasarkan bukti, serta evaluasi hasil penerapan intervensi keperawatan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, dan studi kasus sederhana. Peserta diajak mengidentifikasi permasalahan yang sering ditemukan dalam pelayanan keperawatan kemudian mendiskusikan alternatif intervensi berdasarkan bukti ilmiah. Pendekatan tersebut membantu peserta memahami bahwa EBP tidak hanya berkaitan dengan pencarian jurnal, tetapi juga bagaimana bukti ilmiah dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan klinis.
Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 20 pertanyaan, melalui pre-test sebelum pendampingan dan post-test setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 70 menjadi 88, atau meningkat sebesar 18 poin (25,7% dibandingkan nilai awal). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan pendampingan.
Kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Sebanyak 18 dari 20 peserta (90%) mengikuti kegiatan hingga selesai dan aktif dalam sesi diskusi (data ilustratif, sesuaikan dengan daftar hadir/dokumentasi kegiatan). Peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap penerapan EBP dalam menghadapi permasalahan klinis sehari-hari, terutama dalam menentukan intervensi keperawatan, mencari referensi ilmiah, dan mengevaluasi efektivitas tindakan yang diberikan.
Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk meningkatkan kebiasaan menggunakan sumber ilmiah dalam pengambilan keputusan keperawatan serta mendiskusikan penerapan EBP dalam kegiatan keperawatan di unit masing-masing. Pendampingan lanjutan, diskusi kasus, dan monitoring penerapan hasil edukasi dapat dilakukan secara berkala untuk memperkuat keberlanjutan penerapan EBP di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa pendampingan manajemen asuhan keperawatan berbasis EBP dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Peningkatan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat kemampuan tenaga keperawatan untuk mengintegrasikan bukti ilmiah ke dalam praktik sehingga pengelolaan asuhan keperawatan dapat dilakukan secara lebih sistematis, tepat, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.
Pakem Media Pakem Media