Jakarta Selatan, 5 Januari 2025 — Tumbuh kembang anak berlangsung sejak usia dini dan perlu dipantau secara berkala. Setiap tahapan perkembangan memiliki capaian yang perlu diperhatikan, sehingga deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui apakah perkembangan anak berjalan sesuai dengan usianya.

Di tengah masyarakat, kader memiliki posisi yang dekat dengan keluarga dan anak. Kedekatan tersebut membuat kader memiliki peran penting dalam membantu mengenali kemungkinan adanya penyimpangan perkembangan sejak dini. Untuk memperkuat peran tersebut, Universitas Indonesia Maju (UIMA) memberikan edukasi dan pelatihan skrining perkembangan anak melalui kegiatan CERDAS KPSP di Balai Warga RW 05 Srengseng Sawah pada 5 Januari 2025.
Kegiatan menghadirkan Ns. Nur Eni Lestari, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.An. sebagai narasumber dan berfokus pada peningkatan pengetahuan serta keterampilan kader dalam menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sebagai salah satu alat untuk melakukan deteksi dini perkembangan anak.
Bukan Sekadar Mengisi Kuesioner
Kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Para kader terlebih dahulu diperkenalkan dengan pentingnya pemantauan perkembangan anak, konsep dasar KPSP, kelompok usia, serta cara melakukan skrining sesuai prosedur.
Setelah memahami konsep dasar, kader kemudian diajak melihat secara langsung bagaimana proses skrining dilakukan. Peserta mendapatkan contoh cara memberikan instruksi kepada anak sesuai dengan usianya, membangun komunikasi dengan anak dan orang tua, hingga melakukan interpretasi awal terhadap hasil skrining.
Pendekatan praktik ini membuat suasana kegiatan menjadi lebih dinamis. Para kader tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mencoba secara langsung proses skrining dan mendiskusikan berbagai kemungkinan respons anak yang dapat muncul selama pemeriksaan.
Dari proses tersebut, kader memahami bahwa melakukan skrining perkembangan bukan sekadar memberikan pertanyaan atau mengikuti instrumen. Cara berkomunikasi, membangun suasana nyaman, serta menyesuaikan pendekatan dengan karakteristik anak juga menjadi bagian penting dalam proses skrining.
Pengetahuan dan Keterampilan Kader Meningkat
Untuk melihat perubahan setelah kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah edukasi.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proporsi kader dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 70% menjadi 90%. Sementara itu, keterampilan melakukan skrining menggunakan KPSP meningkat dari 65% menjadi 88%.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang disertai contoh dan praktik langsung tidak hanya membantu kader memahami konsep KPSP, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkannya.
Antusiasme kader paling terlihat ketika memasuki sesi praktik. Peserta aktif mencoba melakukan skrining, bertanya mengenai cara menghadapi respons anak, dan mendiskusikan situasi yang mungkin ditemui ketika melakukan pemantauan perkembangan di masyarakat.
Kader sebagai Bagian dari Deteksi Dini di Masyarakat
Kemampuan kader dalam melakukan skrining perkembangan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan perhatian masyarakat terhadap tumbuh kembang anak. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kader diharapkan mampu membantu keluarga mengenali pentingnya pemantauan perkembangan secara berkala dan mengarahkan keluarga untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut apabila ditemukan hasil yang memerlukan perhatian.
Kegiatan CERDAS KPSP juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian informasi. Pembelajaran yang dilengkapi demonstrasi dan praktik memberikan ruang bagi kader untuk memahami sekaligus mencoba keterampilan yang dibutuhkan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, UIMA terus mendorong penguatan peran masyarakat dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Peningkatan pengetahuan dari 70% menjadi 90% serta keterampilan dari 65% menjadi 88% menjadi bagian dari hasil kegiatan yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang anak secara lebih optimal di lingkungan masyarakat.
Pakem Media Pakem Media