Budaya Inovasi di Era Digital Start Up Bidang Kesehatan: HR Mendorong Responsivitas dalam Organisasi Asuransi Kesehatan

Jakarta, 12 Maret 2023

Industri asuransi di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat, dimana perusahaan-perusahaan asuransi baru yang bermunculan sementara asuransi yang sudah lama berdiri terus mengembangkan usaha yang sudah ada sebelumnya. Oleh karena itu, karena persaingan perusahaan asuransi menjadi semakin ketat, perusahaan asuransi berusaha memberikan pelayanan terbaik yang dapat mereka tawarkan untuk memenuhi kebutuhan klien mereka.

Dalam menghadapi persaingan yang ketat, perusahaan memerlukan sumber daya manusia berkualitas, kepemimpinan yang baik, serta faktor pendukung seperti kompensasi dan lingkungan kerja yang nyaman. Kepemimpinan berperan penting sebagai panutan dalam meningkatkan kinerja karyawan

“Proses perencanaan kebutuhan karyawan di PT. Asuransi Asei Indonesia telah dilakukan berdasarkan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja, namun akselerasi terhadap hasil perencanaan tersebut belum optimal, sehingga pemenuhan karyawan tidak berjalan maksimal. Selain itu, pemenuhan formasi masih menunggu kebijakan perusahaan terkait kuota karyawan tahunan. Pengadaan karyawan di PT. Asuransi Asei Indonesia dilaksanakan secara transparan dan kompetitif, baik dari calon karyawan maupun penerimaan internal perusahaan.” terang Yulistri dalam laporan penelitiannya.

Temuan Utama Penelitian

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi budaya organisasi adalah sebagai berikut:

  • Perilaku pemimpin. Tindakan nyata dari seorang pemimpin biasanya akan menjadi cermin penting bagi para karyawan.
  • Seleksi para pekerja Dengan menempatkan karyawan yang tepat dalam kedudukan yang tepat, akan menumbuhkembangkan rasa memiliki dari para karyawan;
  • Budaya Organisasi. Setiap organisasi memiliki budaya organisasi yang dibangun sejak lama;
  • Budaya Luar. Di dalam suatu organisasi, budaya dapat dikatakan lebih dipengaruhi oleh komunitas budaya luar yang mengelilinginya;
  • Menyusun misi organisasi dengan jelas. Dengan memahami misi organisasi secara jelas maka akan diketahui secara utuh dan jelas sesuatu pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh para karyawan;
  • Mengedepankan misi organisasi. Jika tujuan suatu organisasi sudah ditetapkan, setiap pemimpin harus dapat memastikan bahwa misi tersebut harus berjalan;
  • Keteladanan pemimpin. Pemimpin harus dapat memberi contoh budaya semangat kerja kepada para bawahannya;
  • Proses pembelajaran. Pembelajaran karyawan harus tetap berlanjut. Untuk menghasilkan budaya organisasi yang sesuai, para karyawan membutuhkan pengembangan keahlian dan pengetahuan, dan
  • Motivasi. Pekerja membutuhkan dorongan untuk turut memecahkan masalah organisasi lebih inovatif.

Infografik: Budaya Organisasi PT. Asuransi Asei Indonesia

Rekomendasi dan Implikasi

Peran employee engagement sangat penting dalam membentuk budaya organisasi untuk meningkatkan kinerja PT. Asuransi Asei Indonesia. Melibatkan karyawan secara aktif berarti memberi mereka ruang untuk merasa terhubung langsung dengan visi dan misi perusahaan, yang pada gilirannya mendorong mereka untuk bekerja lebih keras dan lebih kreatif. Ketika karyawan merasa dilibatkan dan dihargai, mereka cenderung menjadi lebih produktif, berkomitmen, dan termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik. Dengan budaya organisasi yang baik, yang melibatkan konsistensi dan adaptabilitas, tingkat employee engagement dapat ditingkatkan

“Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan kinerja PT. Asuransi Asei Indonesia. Pertama, penilaian kinerja yang dilakukan setiap bulan dan diverifikasi oleh atasan langsung melalui fitur ongoing feedback (umpan balik) memberikan kontribusi signifikan terhadap perbaikan kinerja karyawan. Kedua, penilaian terhadap core value serta ekspektasi dari pimpinan menjadi dasar pemberian tambahan penghasilan kepada karyawan. Hal ini memungkinkan pencapaian kinerja sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan, sehingga pencapaian indeks kinerja dapat optimal. Penetapan indeks kinerja oleh PT. Asuransi Asei Indonesia secara tidak langsung memberikan dampak positif dalam pengelolaan karyawan, karena semua aspek yang harus dicapai telah dijadikan target kinerja masing-masing individu, sehingga keberhasilan indeks kinerja menunjukkan keberhasilan penerapan sistem penilaian kinerja. Ketiga, regulasi yang jelas tentang penggajian, penghargaan, dan pemasaran memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan ini berjalan sesuai pedoman, yang pada akhirnya mendukung kontribusi kinerja terhadap budaya perusahaan yang sudah terlaksana dengan baik.” Helen Menyarankan

About evan

Leave a Reply

Your email address will not be published.