EDUKASI PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT PADA WUS CATIN

Depok, 11 April 2024 – Persiapan kehamilan yang baik adalah fondasi bagi kesehatan ibu dan bayi. Namun, masih banyak wanita usia subur (WUS) dan pasangan calon pengantin (catin) yang kurang memahami pentingnya persiapan ini. Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Indonesia Maju (UIMA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Edukasi Perencanaan Kehamilan Sehat pada WUS Catin” di Kantor Urusan Agama (KUA) wilayah Depok pada 11 April 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran calon pengantin wanita mengenai pentingnya perencanaan kehamilan sehat. Materi edukasi meliputi pemahaman tentang pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, pemenuhan gizi, pencegahan anemia melalui konsumsi tablet tambah darah, serta pola hidup sehat yang mendukung kesiapan fisik dan mental calon ibu. Penyuluhan dilakukan secara interaktif dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta didukung media leaflet agar informasi lebih mudah dipahami dan diingat.

Sebelum kegiatan, tim pengabdian melakukan identifikasi kondisi peserta untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal. Hasilnya menunjukkan masih rendahnya pemahaman peserta terkait pemeriksaan kesehatan pranikah, gizi, serta faktor risiko kehamilan seperti usia terlalu muda atau terlalu tua. Dari temuan ini, materi edukasi disesuaikan sehingga lebih relevan dan aplikatif bagi calon pengantin.

Selama pelaksanaan, antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman. Beberapa peserta menanyakan mengenai waktu yang tepat merencanakan kehamilan, cara menjaga gizi, hingga langkah konkret sebelum menikah agar kehamilan nantinya sehat dan aman. Tim pengabdian memberikan pendampingan dan motivasi, menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan, menjaga pola makan seimbang, serta dukungan keluarga dalam mempersiapkan kehamilan.

Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Wanita usia subur calon pengantin kini lebih sadar bahwa persiapan kehamilan harus dilakukan jauh sebelum masa hamil, bukan hanya menunggu setelah menikah. Dengan peningkatan literasi kesehatan ini, diharapkan risiko komplikasi kehamilan, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan gangguan gizi pada ibu dapat diminimalkan.

Kesimpulannya, kegiatan edukasi perencanaan kehamilan sehat yang dilaksanakan UIMA berjalan sukses, mendapat respons positif, dan terbukti efektif meningkatkan pemahaman calon pengantin wanita. Kegiatan serupa diharapkan dapat digelar secara berkelanjutan dengan cakupan peserta lebih luas dan variasi media edukasi, sehingga budaya kesehatan reproduksi dan kesiapan pranikah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UIMA menunjukkan komitmennya dalam mendukung generasi yang sehat sejak masa prakonsepsi, sekaligus memperkuat peran dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat berbasis ilmu kebidanan komunitas.

About evan

Leave a Reply

Your email address will not be published.