Generasi Milenial, Kesehatan, Travel

Bepergian ke Luar Kota di Era Adaptasi Baru

Hingga saat ini pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease) masih berlangsung, tetapi diharuskan keluar karena suatu alasan dan lain hal yang mengharuskan untuk berpergian ke luar kota atau daerah menggunakan transportasi umum: darat atau laut. Di Era New Normal ini mengadaptasi kebiasaan baru, sejumlah protokol diatur untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan terhadap paparan Covid-19.

Selama masa pandemi Covid-19, ruang gerak masyarakat terbatas untuk melakukan aktivitas diluar rumah seperti biasanya. Berdasarkan riset yang dilakukan situs perjalanan online, sebanyak 67% Masyarakat Indonesia sudah mulai tertarik untuk berpergihan pada era new normal ini, sementara 33% sisanya belum merencanakan bepergian. Riset ini dilakukan pada lebih dari 900 responden yang tersebar di seluruh indonesia pada akhir juni 2020.

Aturan- aturan dalam protokol kesehatan wajib dipatuhi dan menjadi persyaratan sebelum sesorang dapat melakukan perjalanan bepergian di Era Adaptasi baru ini, salah satunya hal yang diatur terkait perjalanan. Menguntip dari kompas.com, Kementrian Perhubungan telah mengikuti alur protokol kesehatan dan telah memperbolehkan perjalanan darat, laut hingga udara melalui beberapa tahapan protokol kesehatan.

Dengan adanya Persyaratan tertera dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Nomer 7 tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Masyarakat Aman Covid-19.

Kriteria yang wajib ditaati setiap individu saat melakukan berpergian dan perjalanan:

  1. Menggunakan masker
  2. Berjaga jarak
  3. Selalu mencuci tangan dengan sabun
  4. Membawa hand sanitizer

Adapun persyaratan berpergian dalam negeri/lokal:

  1. Menunjukan Identitas diri (KTP atau tanda pengenal yang sah)
  2. Menunjukan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang beraku 7 hari atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.
  3. Menunjukan surat keterangan sehat bebas gejala seperti (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter/RS/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan atau Rapid test.
  4. Setiap individu yang berpergian wajib menginstall/mengunduh aplikasi Peduli Lingkungan di smartphonenya.

Demi menghindari berbagai macam paparan virus, bakteri atau kuman dari luar dilansir dari kompas.com, hal yang bisa dilakukan dirumah saat setelah berpergian antara lain:

  1. Melepas sepatu dipintu, sebelum masuk Ke rumah.
  2. Semprotkan cairan desinfektan pada barang yang menempel atau yang dibawa saat berpergian keluar rumah. Misalnya, sepatu, pakaian, ponsel, tas, laptop, atau perangkat kerja lainnya. dengan kandungan alkohol serta konsestrasi biosida yang tinggi dalam cairan desinvektan diyakini efektif untuk membunuh bakteri, virus, kuman dan mikroorganisme pada permukaan benda mati apapun, yang menjadi perantara virus datau bakteri berbahaya, bila di sentuh dan dihidup oleh manusia.
  3. Membuang tanda terima pembelian apapun yang tidak diperlukan. Seperti struk belanjaan, tanda terima pembelian, kertas yang tidak diperlukan dsb.
  4. Jangan menyentuh barang apapun didalam rumah dan jangan langsung beristirahat/ duduk- duduk di kursi rumah dengan pakaianย  yang dikenakan saat berpergian.
  5. Lepas pakaian
  6. Jangan biarkan pakaian yang sudah dipakai berpergian bergelantung dan digunakan kembali pasalnya mungkin saja pakaian yang dikenakan terdapat virus atau bakteri sehingga dapat menyebar ke area rumah. Segeralah melepas dan merendam pakaian tersebut dengan sabun.

Hal ini bisa dilakukan dengan memulai kebiasaan baru yaitu disiplin hidup sehat dengan menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Di Era Adaptasi baru ini perilaku hidup yang lebih bersih dan sehat harus terus dilakukan dimasyarakat dan di setiap individu, sehingga menjadi norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari-hari.

(Penulis: Aqidaturrahmah, Mahasiswa Prodi KESMAS STIKes Indonesia Maju)

37 thoughts on “Bepergian ke Luar Kota di Era Adaptasi Baru

  1. Wah infonya bagusnya sekali dan sangat bermanfaat buat aku yg suka bepergian๐Ÿ˜๐Ÿ˜

  2. Setuju. Semoga masyakarat lebih memahami protokol kesehatan ketika berpergian keluar kota atau keluar daerahnya๐Ÿ‘๐Ÿ‘. Sukses terus kak

  3. Semoga pandemi ini cepat berakhir, seluruh masyarakat semakin cerdas dalam menjalani protokol kesehatan. Semangat bagi tenaga kesehatan agar tidak bosan memberikan info yg baik dan benar kepada masyarakat agar hidup lebih sehat. Terimakasih info yg bermanfaat ini, sukses selalu ๐Ÿ‘๐Ÿ˜

    1. Terimakasih infonya min, ini sangaaat bermanfaat, semoga pandemi ini segera berakhir ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜‡

    2. Wow tipsnya sangat bermanfaat. Semoga kita semakin aware dengan situasi saat ini yah. Saling peduli dan saling jaga. Jangan egois untuk berpegian tanpa mempedulikan kesehatan.

  4. Alhamdulillah , informasi yg insyaallah bermanfaat bagi seluruh masyarakat , tetap semangat dan jangan pernah menghilangkan setitik cahaya harapan di hati kita akan terbebasnya dari virus covid19 ini , tetap jaga protokol kesehatan , musuh bersama ,kita harus menang bersama pula !!

  5. Informasi yng sangat bermanfaat semoga membantu masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu waspada kemanapun berpergiannya

  6. Wow tipsnya sangat bermanfaat. Semoga kita semakin aware dengan situasi saat ini yah. Saling peduli dan saling jaga. Jangan egois untuk berpegian tanpa mempedulikan kesehatan.

  7. Pelajaran kemarin pulang dari luar kota yg bikin harapยฒ cemas alhasil hasil rapid tes reaktif lanjut periksa swab negatif, dari sini disimpulkan untuk selalu safety self dalam menjaga kondisi tubuh , selalu jaga kebersihan tangan, selalu pakai masker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *