Depok – Perkembangan Anak Usia Dini (AUD) tidak hanya berkaitan dengan aspek bermain dan belajar, tetapi juga dengan kemampuan orang dewasa di sekitarnya untuk mengenali tanda-tanda keterlambatan perkembangan sejak dini. Kesadaran ini menjadi fokus yang ditanamkan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Indonesia Maju (UIMA) sebagai wujud komitmen mereka dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, tim dosen dan mahasiswa UIMA bekerja sama dengan TK TEKAKU Cinere, Depok, menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Rabu (10/9) bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru PAUD melalui Program SPEDE KPSP”. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi para guru TK dalam mendeteksi dan mendukung perkembangan anak usia dini secara lebih tepat.
Sambutan Kepala Sekolah: Penting dan Relevan
Kepala TK TEKAKU, Ibu Rohmawati, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami merasa sangat terbantu. Pengetahuan yang diberikan sangat relevan dengan tantangan kami sehari-hari di kelas. Terutama dalam mengenali anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam proses tumbuh kembangnya,” ungkapnya.

Acara ini dipandu oleh mahasiswa Prodi S1 Keperawatan FIKES UIMA, Arinda, yang bertindak sebagai MC. Kehadiran mahasiswa membuat suasana lebih segar sekaligus menjadi ajang pembelajaran nyata bagi mereka.
Materi tentang SPEDE KPSP
SPEDE KPSP merupakan singkatan dari Skrining Perkembangan Efektif dan Efisien Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan, merupakan salah satu inovasi edukatif yang dirancang untuk membantu guru PAUD dalam melakukan deteksi dini perkembangan anak secara praktis dan akurat. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdi, Ns. Nur Eni Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An., didampingi oleh dua anggota tim, Ns. Susaldi, S.ST., M.Kes. dan Zainab H. Mulachela, S.Psi., M.Psi., serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman langsung di masyarakat.
Dalam sambutan sekaligus materi yang disampaikan oleh Ketua Tim, Ia menekankan pentingnya peran guru PAUD dalam proses identifikasi perkembangan anak. Beliau mengungkapkan bahwa keterlambatan perkembangan sering kali luput terpantau karena keterbatasan alat dan pelatihan. “Melalui SPEDE KPSP, kami ingin menghadirkan pendekatan skrining yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga mudah digunakan di lapangan,” ujar Ns. Nur Eni di hadapan para guru dan peserta kegiatan.

Program ini diselenggarakan dalam tiga sesi kegiatan yang dijadwalkan, dengan fokus utama pada: (1) Pengenalan konsep perkembangan anak dan urgensi deteksi dini; (2) Pelatihan teknis penggunaan KPSP dan interpretasi hasil skrining; dan (3) Simulasi praktik skrining menggunakan Aplikasi dan diskusi penanganan hasil di lingkungan sekolah.
Pada pertemuan pertama ini, para peserta mendapatkan dua materi utama, yaitu materi “Tentang Perkembangan Anak” oleh Ns. Nur Eni Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An. Beliau menekankan bahwa red flag perkembangan, seperti keterlambatan berbicara, kesulitan motorik, hingga gangguan interaksi sosial perlu segera dikenali. “Guru adalah garda depan. Jika tanda bahaya ini bisa terdeteksi lebih awal, maka intervensi pun dapat diberikan tepat waktu sehingga anak tidak kehilangan masa emasnya.” Selanjutnya materi kedua tentang “Deteksi Dini dari Perspektif Psikologi Perkembangan” oleh Ns. Susaldi, S.ST., M.Kes. Beliau menyampaikan bahwa deteksi dini bukan semata mencari kekurangan, melainkan membuka jalan stimulasi yang sesuai. “Setiap anak unik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pendamping perkembangan. Dengan pemahaman ini, mereka bisa lebih percaya diri dalam menghadapi variasi tumbuh kembang anak,” paparnya.

Materi disampaikan secara interaktif dan disertai sesi diskusi yang memungkinkan para guru menggali permasalahan nyata yang mereka hadapi di lapangan. Guru-guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, mencatat poin-poin penting, dan berdialog aktif dengan para pemateri.

Kolaborasi Kementerian, Kampus dan PAUD
Dengan program ini, Universitas Indonesia Maju (UIMA) ingin menegaskan komitmen bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi hadir langsung menjawab persoalan di masyarakat. Guru PAUD diharapkan semakin siap menjadi agen penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sejak dini.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian yang didanai melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI (Kemendikbudsaintek) Tahun 2025, sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menyasar peningkatan kapasitas guru, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pendidikan anak usia dini.
Dengan pelaksanaan program SPEDE KPSP ini, diharapkan guru-guru PAUD dapat melaksanakan skrining perkembangan anak secara mandiri, cepat, dan tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat layanan PAUD yang lebih holistik dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik untuk pencapaian perkembangan anak dan kualitas hidup anak secara optimal. (sal)

Pakem Media Pakem Media