Sosialisasi Pengaruh Teman Sebaya, Peran Keluarga dan Keterpaparan Informasi Terhadap Perilaku Seks Bebas Pada Remaja

Pada April 2025, dosen Program Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Indonesia Maju (UIMA), bersama mahasiswa pendamping, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Sosialisasi Pengaruh Teman Sebaya, Peran Keluarga, dan Keterpaparan Informasi terhadap Perilaku Seks Bebas pada Remaja”. Kegiatan ini dilakukan secara daring dan ditujukan kepada mahasiswa dan dosen SMP Plus YAPIMDA Lenteng Agung, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seksual remaja dan strategi pencegahannya.

Remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk teman sebaya, keluarga, dan paparan informasi dari media. Studi menunjukkan bahwa interaksi dengan teman sebaya yang memiliki perilaku negatif, kurangnya pengawasan dan komunikasi dari keluarga, serta paparan informasi yang tidak sehat, dapat meningkatkan risiko perilaku seks bebas. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena perilaku seksual yang tidak aman pada remaja dapat menimbulkan dampak kesehatan, sosial, dan psikologis yang serius.

Dalam kegiatan ini, peserta diberikan edukasi mengenai pengaruh teman sebaya terhadap pilihan perilaku, pentingnya peran keluarga sebagai pengawas dan pendidik seksual, serta cara bijak menyaring informasi yang diterima dari media sosial dan internet. Edukasi disampaikan melalui presentasi interaktif, studi kasus, dan diskusi kelompok, sehingga mahasiswa dan dosen dapat memahami penerapan strategi pencegahan dalam kehidupan nyata serta di lingkungan sekolah masing-masing.

Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seks bebas pada remaja dan pentingnya peran aktif keluarga serta lingkungan sekolah dalam membimbing remaja. Kegiatan ini juga mendorong dosen dan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang tepat, sehingga remaja dapat mengembangkan perilaku sehat, bertanggung jawab, dan terlindungi dari risiko perilaku seksual yang berisiko.

Dengan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pihak sekolah, kegiatan ini membuktikan bahwa sosialisasi berbasis komunitas dan pendidikan formal dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah perilaku seks bebas pada remaja serta membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya.

About evan

Leave a Reply

Your email address will not be published.