Jakarta, April 2024 – Dalam upaya meningkatkan deteksi dini terhadap penyakit jantung bawaan kritis pada bayi baru lahir, tim dosen Program Studi Kebidanan Universitas Indonesia Maju (UIMA), dipimpin oleh Agus Santi Br Ginting, SST., M.Kes, bersama mahasiswa pendamping, menyelenggarakan webinar edukatif yang ditujukan bagi tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai skrining menggunakan oksimetri, metode sederhana namun efektif untuk mendeteksi kelainan jantung bawaan sejak dini.
Webinar ini menghadirkan materi yang interaktif, di mana peserta diajak memahami dasar-dasar penyakit jantung bawaan kritis, mengenali tanda-tanda klinis yang harus diwaspadai, serta mempelajari prosedur skrining oksimetri secara tepat. Mahasiswa berperan aktif dalam membantu penyampaian materi, mendampingi diskusi, serta memfasilitasi sesi tanya jawab, sehingga setiap peserta memperoleh pemahaman praktis yang bisa langsung diterapkan dalam pelayanan klinis.
Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme tenaga kesehatan, yang menyadari pentingnya skrining dini untuk meningkatkan prognosis bayi dengan penyakit jantung bawaan. Pengabdian masyarakat ini menegaskan bahwa kolaborasi dosen berpengalaman dan mahasiswa mampu meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat praktik berbasis bukti. Dengan penerapan skrining oksimetri yang sistematis dan berbasis bukti, deteksi dini penyakit jantung bawaan pada bayi baru lahir menjadi lebih terjangkau, terstandarisasi, dan berdampak nyata pada kualitas pelayanan neonatal di masyarakat.
Pakem Media Pakem Media