Edukasi Kesehatan: Kompres Hangat, Solusi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III

Pada Maret 2024, dosen Program Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Indonesia Maju (UIMA), bersama Pada Maret 2024, dosen Program Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Indonesia Maju (UIMA), bersama mahasiswa pendamping, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada kesehatan ibu hamil. Bertajuk “Edukasi Kesehatan: Pengaruh Kompres Hangat terhadap Intensitas Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III”, kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Posyandu wilayah Lenteng Agung dan diikuti oleh 21 peserta, terdiri dari kader posyandu dan ibu-ibu hamil RW setempat.

Nyeri punggung merupakan keluhan umum pada trimester III kehamilan. Perubahan hormon, pertambahan berat badan, dan pergeseran pusat gravitasi tubuh sering membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, terganggu tidurnya, dan kesulitan beraktivitas. Pengelolaan nyeri non-farmakologis, seperti kompres hangat, menjadi solusi aman dan efektif yang dapat diterapkan di rumah.

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan edukasi tentang penyebab nyeri punggung, teknik penggunaan kompres hangat yang aman, durasi dan frekuensi yang tepat, serta tips menjaga postur tubuh agar nyeri tidak bertambah. Kegiatan disampaikan melalui demonstrasi langsung dan praktik, sehingga ibu hamil bisa mencoba kompres hangat di bawah bimbingan kader posyandu. Sesi tanya jawab pun dimanfaatkan peserta untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan solusi praktis sesuai kondisi masing-masing.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan ibu hamil dalam mengelola nyeri punggung secara mandiri. Banyak peserta merasa lebih nyaman setelah mencoba teknik kompres hangat, dan mereka juga belajar cara mencegah nyeri melalui postur tubuh yang benar dan latihan ringan. Kegiatan ini juga memperkuat peran kader posyandu sebagai penghubung edukasi kesehatan di masyarakat, sehingga pengetahuan bermanfaat dapat terus tersampaikan ke ibu-ibu lain di RW tersebut.

Pengabdian masyarakat ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat lokal. Edukasi praktis berbasis bukti seperti ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup ibu hamil, tetapi juga membangun kesadaran keluarga dan kader tentang pentingnya kehamilan yang sehat dan aman. Dengan pendekatan interaktif, partisipatif, dan menyenangkan, ibu hamil belajar merawat diri, mengurangi nyeri punggung, dan menjaga kesejahteraan janin hingga persalinan.

About evan

Leave a Reply

Your email address will not be published.