Optimalisasi Peran Karang Taruna terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Remaja

Universitas Indonesia Maju – Penguatan peran organisasi kepemudaan menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di RW 06 Kelurahan Lenteng Agung pada tahun 2023. Mengangkat tema “Optimalisasi Peran Karang Taruna terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Remaja”, kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Karang Taruna. Program diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kebutuhan remaja serta peran organisasi dalam menyediakan ruang kegiatan yang positif dan mendukung pengembangan potensi diri.

Kegiatan dipimpin oleh Ns. Nur Eni Lestari, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.An., dari Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Indonesia Maju, dengan melibatkan mahasiswa Rahma Diafni Oktari dan Farah Salsabila H. Tim dosen berperan dalam koordinasi, penyampaian materi, fasilitasi diskusi, dan evaluasi. Mahasiswa mendukung persiapan media, registrasi, pengumpulan instrumen evaluasi, pendampingan peserta, serta dokumentasi kegiatan.

Persiapan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan mitra, identifikasi sasaran dan kebutuhan edukasi, penyusunan materi, serta penyiapan instrumen pre-test dan post-test. Tim juga menyiapkan bahan penyuluhan, daftar hadir, dan perlengkapan dokumentasi. Pembagian tugas dosen dan mahasiswa mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan yang meliputi registrasi, evaluasi awal, penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi akhir.

Dalam sesi penyuluhan, peserta memperoleh materi mengenai karakteristik dan kebutuhan remaja, faktor yang berkaitan dengan kualitas hidup, serta pentingnya hubungan sosial dan lingkungan yang mendukung. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan peran Karang Taruna sebagai wadah kegiatan sosial, olahraga, kreativitas, keterampilan, dan edukasi kesehatan. Peserta diarahkan untuk menghubungkan materi dengan kondisi di wilayahnya agar alternatif kegiatan yang disusun lebih sesuai dengan kebutuhan setempat.

Diskusi interaktif memberi kesempatan kepada pengurus dan anggota Karang Taruna untuk menyampaikan pengalaman, mengajukan pertanyaan, serta mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan remaja. Tim memfasilitasi pembahasan mengenai potensi lingkungan dan hambatan keterlibatan remaja dalam kegiatan positif. Proses ini diarahkan pada penyusunan alternatif kegiatan dengan memperhatikan sasaran, waktu pelaksanaan, pembagian tugas, dan dukungan yang diperlukan. Diskusi dilaksanakan dengan pendekatan yang tidak menghakimi dan tetap menjaga kerahasiaan informasi pribadi peserta.

Berdasarkan laporan akhir, hasil pelaksanaan yang terdokumentasi adalah terselenggaranya edukasi dan pemberdayaan dengan jangkauan langsung sebanyak 30 peserta. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, serta identifikasi kebutuhan remaja. Evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test disebutkan dalam rangkaian kegiatan, tetapi rekapitulasi nilainya belum disajikan dalam laporan. Karena itu, capaian belum dinyatakan sebagai peningkatan pengetahuan secara kuantitatif maupun perubahan kualitas hidup remaja.

Sebagai arah keberlanjutan, Karang Taruna didorong menentukan kegiatan prioritas yang sesuai dengan kebutuhan dan minat remaja, seperti olahraga bersama, pengembangan kreativitas, pelatihan keterampilan, edukasi kesehatan, serta kegiatan sosial. Perencanaan perlu mempertimbangkan ketersediaan pengurus, fasilitas, waktu, dan dukungan masyarakat. Penetapan penanggung jawab serta jadwal menjadi bagian penting agar rencana kegiatan dapat ditindaklanjuti. Pemantauan selanjutnya perlu menilai keterlaksanaan program dan partisipasi remaja, sementara perubahan kualitas hidup memerlukan pengukuran tersendiri.

About evan

Leave a Reply

Your email address will not be published.