Jakarta Selatan – Menjaga keselamatan dan kemandirian lansia tidak hanya berkaitan dengan pengobatan ketika sakit, tetapi juga bagaimana mencegah risiko yang dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu risiko yang perlu mendapat perhatian adalah kejadian jatuh, yang dapat menyebabkan cedera, keterbatasan aktivitas, hingga ketergantungan pada orang lain.
Melihat pentingnya hal tersebut, Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju (UIMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia untuk Meningkatkan Keselamatan dan Kemandirian.” Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 9 Juli 2025 di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas Jagakarsa dan diikuti oleh 25 orang lansia dengan dukungan kader Posyandu Lansia.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ns. Saiful Gunardi, S.Kep., M.Kes, dosen Program Studi Pendidikan Profesi Ners UIMA dengan bidang keahlian Keperawatan Gerontik dan Penyakit Kronis. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners, yaitu Gracella Chyntia Jehani dan Dwita Anggun Siti Amanah.
Tidak Sekadar Memberikan Penyuluhan
Kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara satu arah. Para lansia diajak mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dengan pre-test, kemudian dilanjutkan dengan edukasi, demonstrasi, praktik, diskusi, hingga post-test.
Materi yang diberikan mencakup berbagai hal yang dekat dengan kehidupan lansia, mulai dari mengenali faktor risiko jatuh, dampak kejadian jatuh, cara mencegah jatuh di rumah, melakukan aktivitas secara aman, penggunaan alat bantu, hingga hubungan penyakit kronis dan penggunaan obat dengan risiko jatuh.
Pendekatan praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Lansia tidak hanya diajak memahami informasi, tetapi juga melihat dan mempraktikkan bagaimana melakukan aktivitas dengan lebih aman. Hal tersebut membuat edukasi menjadi lebih kontekstual karena pencegahan jatuh berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari seperti berdiri, berjalan, berpindah posisi, maupun menggunakan alat bantu.
Di sisi lain, kader Posyandu Lansia turut terlibat dalam proses pelaksanaan. Kader membantu mempersiapkan kegiatan, mendampingi peserta, membantu pelaksanaan pre-test dan post-test, serta mendampingi lansia selama proses edukasi dan praktik.
Pengetahuan Lansia Meningkat
Salah satu hasil yang terlihat dari kegiatan tersebut adalah adanya perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah memperoleh edukasi.
Sebelum kegiatan, hanya 7 lansia (28%) yang berada dalam kategori pengetahuan baik. Sebanyak 11 orang (44%) berada pada kategori cukup dan 7 orang (28%) berada pada kategori kurang.
Setelah edukasi diberikan, jumlah peserta dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 20 orang (80%). Sementara itu, peserta dengan pengetahuan cukup menjadi 4 orang (16%), dan peserta dengan pengetahuan kurang turun menjadi 1 orang (4%).
Keterlibatan peserta juga tergolong tinggi. Seluruh 25 lansia mengikuti edukasi hingga selesai, mengikuti pre-test, demonstrasi dan praktik, serta post-test. Sebanyak 23 peserta atau 92% juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dikombinasikan dengan demonstrasi, praktik, dan diskusi dapat membantu peserta memahami materi mengenai pencegahan risiko jatuh. Keterlibatan kader juga menjadi bagian penting karena kader memiliki kedekatan dengan lansia dan dapat membantu mengingatkan kembali pesan-pesan keselamatan setelah kegiatan selesai.
Mendorong Lansia Tetap Aktif dan Mandiri
Pencegahan jatuh pada lansia bukan berarti membatasi aktivitas lansia. Sebaliknya, pemahaman mengenai keselamatan diharapkan membantu lansia tetap melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman sesuai kemampuan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, tim PkM UIMA juga mendorong keterlibatan keluarga dan kader dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi lansia. Hal-hal sederhana seperti memperhatikan kondisi lantai, pencahayaan, jalur berjalan, penggunaan alas kaki, hingga keamanan kamar mandi menjadi bagian dari pesan yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan keilmuan Keperawatan Gerontik dalam pengabdian kepada masyarakat. Kompetensi dosen dan keterlibatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners diterapkan secara langsung melalui edukasi, pendampingan, demonstrasi, dan interaksi dengan masyarakat.
Edukasi Diharapkan Berlanjut
Tim PkM tidak ingin kegiatan berhenti pada satu kali pertemuan. Berdasarkan hasil kegiatan, keberlanjutan edukasi diarahkan melalui Posyandu Lansia dengan memperkuat peran kader dalam menyampaikan kembali informasi mengenai pencegahan jatuh kepada lansia dan keluarga.
Kader juga diharapkan dapat membantu melakukan pemantauan sederhana terhadap penerapan perilaku pencegahan jatuh, seperti penggunaan alas kaki yang aman, kehati-hatian ketika berpindah posisi, serta perhatian terhadap kondisi lingkungan rumah.
Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi program yang lebih komprehensif, antara lain melalui skrining faktor risiko jatuh, latihan keseimbangan dan kekuatan otot secara berkala, serta edukasi khusus bagi keluarga atau caregiver lansia.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Indonesia Maju melalui Program Studi Pendidikan Profesi Ners menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Edukasi yang sederhana, praktis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membantu lansia mempertahankan keselamatan, kemandirian, dan kualitas hidupnya.
Pakem Media Pakem Media