
Depok, 29 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indonesia Maju (UIMA) melaksanakan Workshop Implementasi Skrining Tumbuh Kembang Anak dengan Aplikasi Si-Kembang di PAUD Yasmin, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (29/7). Kegiatan yang merupakan rangkaian kunjungan ke-3 Program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam melaksanakan skrining tumbuh kembang anak berbasis digital melalui pendekatan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).

Workshop diikuti oleh 10 guru PAUD, 20 orang tua, dan 20 anak. Pada sesi implementasi, setiap guru mempraktikkan skrining terhadap dua peserta didik dengan pendampingan langsung dari tim fasilitator. Hasil pemeriksaan dicatat secara real-time menggunakan Aplikasi Si-Kembang, sehingga proses pencatatan menjadi lebih cepat, akurat, terdokumentasi secara digital, serta memudahkan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan puncak dari tiga tahapan pengabdian yang telah dilaksanakan, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan workshop implementasi. Melalui tahapan tersebut, guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pelaksanaan SDIDTK, tetapi juga keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari layanan kesehatan anak usia dini.

Aplikasi Si-Kembang dikembangkan sebagai media kolaborasi antara guru PAUD, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Melalui aplikasi ini, hasil skrining dapat diakses oleh orang tua sehingga mereka dapat memantau perkembangan anak, memperoleh rekomendasi stimulasi sesuai usia, serta mengetahui tindak lanjut yang perlu dilakukan apabila ditemukan indikasi keterlambatan pertumbuhan maupun perkembangan.
Workshop difasilitasi oleh Tim Pengabdian Universitas Indonesia Maju yang terdiri atas Irma Jayatmi, SST., Bdn., M.Kes, Hedy Hardiana, S.Kep., MKM, Ns. Agus Purnama, S.Kep., MKM., M.Kep., Sp.Kep.MB, serta didukung oleh mahasiswa pendamping. Selama kegiatan, tim memberikan bimbingan teknis mulai dari prosedur skrining, penggunaan fitur-fitur Aplikasi Si-Kembang, hingga interpretasi hasil pemeriksaan dan pencatatan digital, sehingga seluruh peserta mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri.

Ketua Tim Pengabdian, Irma Jayatmi, SST., Bdn., M.Kes, mengatakan bahwa transformasi digital dalam pelaksanaan SDIDTK menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak usia dini.

“Melalui Aplikasi Si-Kembang, guru PAUD dapat melakukan skrining tumbuh kembang secara lebih sistematis, sementara orang tua memperoleh akses langsung terhadap hasil pemeriksaan anak. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini, sehingga apabila ditemukan risiko keterlambatan tumbuh kembang, intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam sistem digital menjadi salah satu keunggulan aplikasi karena memungkinkan pemantauan tumbuh kembang dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah. Model kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, dan tenaga kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Guru PAUD secara aktif melakukan praktik skrining kepada peserta didik, sedangkan orang tua memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara berkala dan cara mengakses hasil pemeriksaan melalui aplikasi. Pendekatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi digital sekaligus kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen peserta, kegiatan ditutup dengan penyerahan Sertifikat Guru PAUD Terlatih kepada seluruh guru PAUD Yasmin yang telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Sosialisasi, Pelatihan, dan Workshop Implementasi Skrining Tumbuh Kembang Anak dengan Aplikasi Si-Kembang. Sertifikat tersebut menjadi pengakuan atas kompetensi guru dalam mengimplementasikan skrining tumbuh kembang berbasis digital di lingkungan PAUD.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, Universitas Indonesia Maju terus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Implementasi Aplikasi Si-Kembang di PAUD Yasmin diharapkan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai satuan pendidikan anak usia dini.

Selain implementasi aplikasi, kegiatan ini juga mencakup pemberian panduan penggunaan Aplikasi Si-Kembang kepada guru sebagai upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara optimal pada pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). DKegiatan ini juga diakhiri dengan pemberian panduan penggunaan Aplikasi Si-Kembang kepada guru sebagai referensi dalam mengoperasikan aplikasi secara mandiri. Melalui panduan tersebut, diharapkan pemanfaatan Aplikasi Si-Kembang dapat berlangsung secara optimal sehingga pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakem Media Pakem Media