Pada tanggal 14 Juni 2025, tim dosen dan mahasiswa dari Pendidikan Profesi Bidan Universitas Indonesia Maju (UIMA) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan keluarga berencana bagi pasangan usia subur di Desa Sukarasa, Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin wanita dalam mempersiapkan kehamilan sehat serta penggunaan kontrasepsi yang tepat.
Kegiatan ini diikuti oleh 23 calon pengantin wanita dari 25 pasangan usia subur yang diundang. Meski dilakukan secara online, antusiasme peserta terlihat tinggi, ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan dimulai, peserta mengikuti pretest melalui Google Form, yang berisi 10 pertanyaan seputar kesehatan reproduksi. Hasil pretest menunjukkan skor rata-rata peserta sebesar 5 poin dari jawaban benar, yang menjadi titik awal untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah penyuluhan.
Selama 30 menit penyuluhan, peserta mendapatkan edukasi lengkap terkait perencanaan kehamilan, pemilihan metode kontrasepsi sesuai kebutuhan, serta pentingnya pemenuhan gizi sebelum kehamilan. Materi ini juga menekankan pencegahan kehamilan tidak diinginkan dan risiko kehamilan dini, sekaligus memberikan strategi untuk memastikan kesiapan fisik dan mental calon ibu menghadapi periode konsepsi. Setelah sesi tanya jawab, peserta mengikuti posttest menggunakan platform yang sama. Hasilnya menunjukkan peningkatan rata-rata skor menjadi 8 poin, menandakan pemahaman peserta meningkat secara signifikan.
Hasil kegiatan ini selaras dengan berbagai penelitian sebelumnya, yang menegaskan bahwa edukasi keluarga berencana dan perencanaan kehamilan yang terstruktur dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan kesiapan pernikahan (Nurhayani, 2018; Maidar et al., 2022; Handayani et al., 2022). Selain itu, edukasi yang melibatkan keluarga, khususnya pasangan suami, dapat memperkuat dukungan dalam pengambilan keputusan terkait kontrasepsi dan persiapan kehamilan sehat.
Keberlanjutan program ini menjadi perhatian penting. Tim pengabdian masyarakat berencana memperluas kegiatan ke wilayah lain dengan tema lanjutan, seperti optimalisasi kontrasepsi, pencegahan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK), serta pemenuhan gizi ibu hamil untuk mendukung tumbuh kembang janin. Kolaborasi dengan instansi terkait juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta efektivitas edukasi keluarga berencana.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran calon pengantin wanita mengenai perencanaan kehamilan sehat. Edukasi yang diberikan tidak hanya memberikan informasi praktis, tetapi juga mendorong inisiatif masyarakat untuk mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi, sehingga dapat berkontribusi pada terciptanya generasi yang lebih sehat dan terencana.
Pakem Media Pakem Media