Universitas Indonesia Maju – Edukasi kesehatan mental pada ibu pasca persalinan merupakan aspek krusial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ibu dan kualitas pengasuhan anak, mengingat gangguan mental seperti baby blues dan depresi postpartum dapat muncul akibat perubahan hormonal, psikologis, dan sosial selama masa nifas. Literasi kesehatan yang rendah berpotensi menunda deteksi dini kondisi tersebut, sehingga intervensi edukatif berbasis komunitas menjadi strategi promotif dan preventif yang sangat diperlukan. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait kesehatan mental ibu, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Indonesia Maju melaksanakan kegiatan edukasi di Kelurahan Bantarjati, Bogor pada tanggal 18 Maret 2025. Kegiatan ini melibatkan lima ibu nifas dan lima belas ibu hamil trimester III sebagai peserta utama.
Persiapan kegiatan dimulai dengan koordinasi intensif bersama kader setempat, penentuan jadwal yang sesuai dengan kondisi masyarakat, dan penyusunan media edukasi berupa materi presentasi, leaflet informatif, serta instrumen pre-test dan post-test. Edukasi diberikan secara luring melalui ceramah interaktif yang disertai diskusi, mencakup topik perubahan psikologis normal selama masa nifas, perbedaan antara kondisi baby blues dan depresi postpartum, tanda bahaya gangguan mental ibu, peran keluarga dalam memberikan dukungan emosional, serta strategi coping adaptif yang dapat diterapkan oleh ibu dan keluarga. Metode ini dipilih untuk memastikan peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu memahami dan mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan di antara peserta. Rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 84 pada post-test, menunjukkan kenaikan sebesar ±28 poin. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental ibu. Sebelum pelaksanaan kegiatan, sebagian besar peserta belum mampu membedakan antara baby blues dan depresi postpartum. Setelah mengikuti edukasi, mayoritas peserta dapat mengenali tanda-tanda bahaya seperti perasaan sedih yang berkepanjangan, kelelahan ekstrem, dan kehilangan minat merawat bayi. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya dukungan keluarga dalam membantu ibu mengelola stres dan adaptasi emosional pasca persalinan. Temuan ini sejalan dengan prinsip promosi kesehatan yang digariskan oleh World Health Organization, bahwa pemberian informasi kesehatan secara sistematis dapat meningkatkan kemampuan individu dalam mengontrol faktor-faktor yang memengaruhi kesehatannya.
Edukasi yang interaktif, disertai diskusi dan simulasi, memperkuat pemahaman peserta dan mendorong perubahan pola pikir yang lebih realistis, sesuai dengan teori kognitif Aaron T. Beck. Edukasi ini menekankan bahwa perubahan emosi pada masa nifas bukanlah kelemahan pribadi, melainkan kondisi yang dapat dikenali, dipahami, dan ditangani dengan strategi coping yang tepat. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai perubahan psikologis pada masa nifas, kemampuan membedakan antara kondisi baby blues dan depresi postpartum, serta kesadaran untuk mengenali tanda bahaya gangguan mental. Aktivitas ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental ibu di masyarakat masih perlu diperkuat, dan intervensi berbasis komunitas terbukti menjadi strategi promotif-preventif yang efektif. Program ini memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran, meningkatkan kesiapan keluarga, dan memperkuat dukungan sosial bagi ibu pasca persalinan. Luaran kegiatan meliputi peningkatan skor pengetahuan peserta, dokumentasi pelaksanaan edukasi, serta monitoring dan evaluasi lapangan yang dapat dijadikan acuan bagi pengembangan program serupa di masa depan. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi publikasi ilmiah maupun hak cipta materi edukasi untuk memperluas dampak positif bagi masyarakat luas.
Dengan demikian, pengabdian masyarakat yang dilakukan tidak hanya berdampak langsung pada peserta, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu kebidanan dan praktik promotif kesehatan mental ibu di Indonesia.
Pakem Media Pakem Media