“Gaya Hidup dan Etika Remaja Terpengaruh Instagram:Apa Kata Mereka?’’

Rismawati-NPM(3122000015)-Mahasiswa Psikologi UIMA Semester 6

Di zaman sekarang, nggak bisa dipungkiri lagi kalau Instagram udah jadi bagian dari kehidupan remaja. Dari sekadar unggah foto, ngepoin gaya hidup orang lain, sampai ikut tren tertentu, semuanya serba cepat lewat media sosial ini. Tapi, pernah nggak sih kamu mikir, apa sih sebenarnya dampaknya buat remaja? Apakah cuma bikin mereka makin kekinian, atau juga mempengaruhi sikap dan etika mereka?

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengulik hal ini, penelitian yang dilakukan oleh Rismawati, mahasiswa Psikologi dari Universitas Indonesia Maju, mengenai Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Gaya Hidup Dan Etika Pada Remaja. Penelitian ini melibatkan beberapa remaja, dari yang aktif banget pakai Instagram sampai yang kadang asal scroll aja. Mereka ditanyain soal kebiasaan pakai Instagram dan bagaimana pengaruhnya ke gaya hidup serta etika mereka sehari-hari.

Hasilnya cukup menarik. Mayoritas remaja memberikan jawaban yang nggak ekstrem, tapi tetap menunjukkan adanya pengaruh dari media sosial ini. Mereka merasa Instagram penting banget dalam hidupnya dan sering banget ikut tren gaya hidup di sana. Banyak dari mereka yang bahkan meniru gaya berpakaian orang-orang terkenal, dan nggak jarang beli produk cuma karena ada rekomendasi dari Instagram.

Tapi, nggak semuanya positif loh. Banyak juga yang sadar, kalau kebanyakan main Instagram bisa bikin mereka cemas, ingin bikin yang terbaik, atau bahkan lupa aturan etik berkomunikasi yang baik. Misalnya, penggunaan bahasa yang kasar, memperlihatkan sesuatu yang nggak pantas, dan lain-lain.

Dalam Penelitian juga bilang, perlu ada peran orang tua, sekolah, dan masyarakat buat
membatasi dan mengarahkan remaja buat pakai media sosial secara bijak. Orang tua harus selalu mengawasi dan memberi bimbingan, sekolah bisa memasukkan pelajaran literasi digital, serta mengingatkan mereka soal etika berinteraksi di dunia maya.

Jadi, intinya, Instagram memang punya banyak sisi positif kalau dipakai dengan bijak. Tapi, kalau terlalu berlebihan, bisa bikin gaya hidup nggak sehat dan nilai-nilai etika jadi terabaikan. Makanya, kita harus pandai-pandai mengelola dan tahu kapan harus istirahat dari layar smartphone.

Kalau kamu setuju, yuk mulai belajar pakai media sosial secara matang dan bertanggung jawab!

Ditulis ulang dari hasil penelitian Rismawati, Mahasiswa S1 Psikologi Universitas Indonesia Maju.

About evan

Leave a Reply

Your email address will not be published.