Edukasi Pencegahan Terjadinya BBLR dan Penanganannya Pada Remaja, Ibu Masa Prakonsepsi dan Ibu Hamil

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan penting karena berdampak langsung terhadap angka kematian bayi dan kualitas kesehatan jangka panjang anak. BBLR tidak hanya menjadi indikator status kesehatan ibu dan anak, namun juga menunjukkan tantangan gizi, sosial, dan perilaku kesehatan masyarakat. Untuk itu, edukasi pencegahan menjadi strategi utama dalam menurunkan kejadian BBLR. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja, wanita usia subur, calon pengantin, dan ibu hamil tentang faktor risiko, pencegahan, dan penanganan BBLR melalui penyuluhan interaktif berbasis webinar yang dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2023. Webinar ini menggunakan platform Zoom Meeting dengan peserta lebih dari 300 orang, termasuk remaja, calon pengantin, dan ibu hamil, yang mengikuti penyuluhan dengan antusias.

Kesehatan ibu dan bayi merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa, di mana menurunnya angka kematian ibu dan bayi merupakan indikator utama keberhasilan pelayanan kesehatan. Salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi adalah kejadian BBLR, yaitu bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram, yang meningkatkan risiko morbiditas, mortalitas neonatal, gangguan pertumbuhan, dan perkembangan psikososial di kemudian hari. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kejadian BBLR, seperti gizi ibu yang kurang, malnutrisi, komplikasi kehamilan, prematuritas, serta status kesehatan ibu secara keseluruhan. Remaja dan wanita usia subur yang belum memiliki pemahaman optimal tentang kesehatan reproduksi dan gizi berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan, termasuk BBLR. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang memadai sangat penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang faktor risiko BBLR dan upaya pencegahannya, sehingga peran bidan sebagai tenaga kesehatan menjadi strategis dalam mentransfer informasi yang benar dan aplikatif.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan persiapan materi edukasi yang komprehensif oleh tim narasumber dan distribusi leaflet digital berisi ringkasan materi untuk mempermudah pemahaman peserta. Materi penyuluhan meliputi definisi BBLR, faktor risiko, pencegahan praktis dalam kehidupan sehari-hari, serta pendekatan penanganan BBLR pada masa kehamilan dan setelah lahir. Selanjutnya, pemateri menyampaikan materi edukasi secara interaktif, diikuti dengan sesi tanya jawab dan evaluasi pengetahuan peserta menggunakan kuis singkat. Tahapan terakhir meliputi evaluasi akhir dan penyusunan tindak lanjut berupa rekomendasi edukasi lanjutan bagi peserta dan komunitas.

Hasil evaluasi pra- dan pasca kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Sebelum penyuluhan, hampir setengah peserta kurang memiliki pengetahuan yang memadai tentang kesehatan reproduksi dan risiko BBLR. Setelah penyuluhan, lebih dari 85% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik mengenai pencegahan BBLR, pentingnya asupan gizi seimbang, pemantauan kehamilan yang teratur, serta upaya perawatan bayi BBLR. Penyuluhan ini memberikan kontribusi penting dalam membangun kesadaran peserta tentang risiko BBLR dan langkah pencegahannya. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang pemenuhan gizi sebelum dan selama kehamilan, pemeriksaan antenatal rutin untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini, penerapan gaya hidup sehat termasuk konsumsi makanan bergizi dan pemantauan berat badan ibu, manajemen stres, pemeriksaan kesehatan berkala, serta peran keluarga sebagai sistem pendukung.

Program ini diharapkan berlanjut melalui penyuluhan lanjutan untuk ibu dalam masa kehamilan dan pascapersalinan, pendampingan kelompok ibu hamil di fasilitas kesehatan terdekat, kolaborasi dengan Puskesmas untuk pemantauan status gizi ibu dan bayi, serta edukasi berkelanjutan melalui media digital dan materi visual yang mudah diakses. Dengan demikian, edukasi pencegahan BBLR dan penanganannya melalui webinar dapat meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan. Intervensi pengetahuan ini penting sebagai strategi pencegahan BBLR, terutama di kalangan remaja, calon pengantin, dan ibu hamil. Upaya ini perlu didukung oleh tindak lanjut praktis di komunitas untuk memastikan perubahan perilaku yang berkelanjutan demi menurunkan kejadian BBLR.

Program ini diharapkan berlanjut melalui penyuluhan lanjutan untuk ibu dalam masa kehamilan dan pascapersalinan, pendampingan kelompok ibu hamil di fasilitas kesehatan terdekat, kolaborasi dengan Puskesmas untuk pemantauan status gizi ibu dan bayi, serta edukasi berkelanjutan melalui media digital dan materi visual yang mudah diakses. Dengan demikian, edukasi pencegahan BBLR dan penanganannya melalui webinar dapat meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan. Intervensi pengetahuan ini penting sebagai strategi pencegahan BBLR, terutama di kalangan remaja, calon pengantin, dan ibu hamil. Upaya ini perlu didukung oleh tindak lanjut praktis di komunitas untuk memastikan perubahan perilaku yang berkelanjutan demi menurunkan kejadian BBLR.

About evan

Leave a Reply

Your email address will not be published.