Kesehatan, Makanan, tips

Tips Pengolahan Pangan yang Aman dan Sehat di Era Pandemi

Di masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai cara mencegah virus dan usaha meningkatkan kekebalan tubuh. Sejak kasus pertama pada 2 Maret 2020 di Indonesia, hingga kini terus terjadi peningkatan jumlah penderita yang positif Covid-19. Pemerintah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menekan penyebarannya. Namun, sebagai individu, kita juga perlu berbuat sesuatu untuk mencegah penyebaran virus ini.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), angka kematian dari infeksi Covid-19 ini tergolong lebih rendah dibandingkan dengan MERS, SARS, dan ebola. Namun, penyebaran pasien positifnya lebih cepat dalam kurun waktu yang singkat. Pada tanggal 15 September 2020 di Indonesia terdapat penambahan jumlah penderita Covid-19 yaitu sebesar 3.507 orang, dengan jumlah pasien sembuh sejumlah 2.660 orang, dan jumlah pasien meninggal sejumlah 124 orang. Keadaan ini menjadikan Indonesia menempati posisi ke 2 di ASEAN dengan jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi setelah Filipina.

Covid-19 yang memasuki tubuh dapat merusak jaringan pada paru dan menimbulkan pembengkakan. Hal ini lah yang biasanya menyebabkan penderita mengalami kematian. Selain dari jaringan paru, virus ini pun dapat menyerang sistem pencernaan seseorang. Gejala yang ditimbulkan bergantung pada seberapa kuatnya sistem imunitas yang dimiliki.

Pengolahan pangan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya penerapan pola makan sehat. Hal tersebut merujuk pada pedoman gizi seimbang yang berperan untuk menguatkan sistem imunitas serta dapat mengurangi risiko penyakit. Pemilihan makanan sebaiknya mengadung gizi lengkap, yang terdiri dari makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Akan lebih efektif ditunjang pengolahan pangan secara tepat dengan memasak bahan pangan secara matang sehingga menjadi pangan aman dan higienis. Berikut adalah rantai pengolahan pangan:

Saat Berbelanja

Hal pertama yang dilakukan pada saat berbelanja adalah membuat list, sehingga waktu berbelanja akan lebih efektif jika direncanakan terlebih dahulu. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat (tidak batuk, pilek, atau demam) ketika akan pergi, dan jangan lupa selalu gunakan masker. Sebelum masuk ke tempat belanja diharuskan untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir atau gunakan handsanitizer serta usahakan selalu jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Keranjang belanja yang digunakan lebih baik dibersihkan terlebih dahulu menggunakan desinfektan dan apabila memungkinkan lebih baik gunakan sarung tangan (plastik) atau penjepit makananan saat memegang produk makanan. Pastikan selalu periksa kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluarsa. Pisahkan kantong belanja antara food dan non food dan utamakan menggunakan metode non tunai saat melakukan pembayaran.

Saat menyimpan bahan pangan

  1. Simpan bahan pangan yang tidak akan langsung dimasak sesuai kondisi penyimpanan (kering, refri dan freezer)
  2. Pisahkan jenis bahan mentah pada wadah khusus makanan bertutup, dicuci sebelum disimpan, dan dibuat per porsi. Bisa dialasi tisu untuk menyerap air dalam bahan pangan basah.
  3. Bahan pangan matang di dinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan.
  4. Beri label bahan pangan, jumlah, tanggal pembelian dan tanggal kadaluarsa.
  5. Isi refri dan freezer sebaiknya tidak terlalu penuh dan tidak sering dibuka tutup.

Saat pengolahan bahan pangan

  1. Cuci bahan pangan menggunakan air matang.
  2. Jika melunakkan bahan beku dengan air mengalir pastikan bahan harus tertutup rapat dalam kemasan.
  3. Memasakan bahan pangan dengan sempurna
  4. Cair dengan suhu minimal 80 ⁰C
  5. Berkuah/tumis dengan suhu minimal 80 ⁰C – 100 ⁰C
  6. Goreng dengan suhu minimal 120 ⁰C – 150 ⁰C

Saat penyajian makanan

Pastikan semua alat pengolahan dan penyimpanan makanan bersih dari debu, bahan berbahaya, serangga, tikus dan sebagainya. Simpan di tempat dengan suhu yang tepat (panas dengan kisaran suhu 65,5⁰C atau lebih, suhu dingin 4⁰C atau kurang dari -5⁰C s/d -1⁰C) di alat penghangat atau pendingin. Makanan yang disajikan lebih awal harus disajikan lebih dahulu. Gunakan tempat terpisah untuk makanan berbeda. Tutup makanan untuk menghindari kontaminasi dan gunakan alat bantu untuk mengambil makanan. Penyaji makanan menggunakan celemek dan penutup rambut.

Prinsip pengolahan pangan yang sehat untuk mendukung peningkatan status gizi masyarakat di era covid-19 adalah mengutamakan untuk menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan murah. Kunci Food Safety di dapur yang dikembangakan oleh WHO dan BPOM sebagai dasar pencegahan selama era covid-19 adalah dengan menjaga pangan dalam suhu aman, masaklah dengan benar, pisahkan pangan matang dengan pangan mentah, jagalah kebersihan dan gunakan air dan bahan baku yang aman.

Sumber :

Agustia, Friska Citra. 2020. Tips Pengolahan Pangan yang Aman dan Sehat Selama Pandemi New Normal. Webinar Gizi dan Pangan untuk Hidup Sehat Berkelanjutan di Era New Normal, Banyumas: Tanggal 27 Juni 2020.

Gurusmatika, Sellen. 2020. Gaya Hidup Sehat Saat Pandemi. https://www.itera.ac.id/gaya-hidup-sehat-saat-pandemi/

Kementerian Kesehatan RI. 2020. Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (Covid-19) 16 September 2020. https://covid19.kemkes.go.id/

Ditulis oleh: Putri Johar Nafisyah – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

18 thoughts on “Tips Pengolahan Pangan yang Aman dan Sehat di Era Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *