Gaya Hidup, Gizi, Kesehatan

Apakah Anda tergolong Obesitas? Begini Cara Menurunkan Berat Badan di Masa Pandemi Covid-19

Ditulis oleh : Asti Oktavia (Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, STIKes Indonesia Maju – Jakarta)

Kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum usai hingga saat ini membuat masyarakat harus beradaptasi dengan pola kebiasaan hidup yang baru. Masyarakat harus hidup secara lebih sehat dan lebih baik untuk mengurangi peluang terinfeksi Covid-19. Dalam pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru ini, pemerintah juga telah membuat sejumlah protokol yang diatur untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan terhadap paparan Covid-19.

Seorang peneliti di Amerika yang bernama David Kass dalam artikelnya yang diterbitkan oleh jurnal The Lancet menyatakan bahwa Amerika menganggap bahwa pandemi Covid-19 ini hanya berbahaya bagi kaum lanjut usia. Namun hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan hasil bahwa obesitas merupakan faktor yang dapat membuat seseorang rentan terhadap Covid-19 ini (Kass. 2020)

Menurut Kementerian Kesehatan, obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidak seimbangan asupan energi (energi yang diterima tubuh) dengan energi yang digunakan oleh tubuh dalam waktu yang lama. Seseorang yang mengalami berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko mengalami penyakit jantung iskemik (23%), diabetes (44%), dan kanker sebesar (7%-41%). Obesitas dapat membatasi ventilasi dengan menghambat ekskursi diafragma, merusak respon imun terhadap infeksi virus,  bersifat pro-inflamasi, dan menyebabkan diabetes dan stres oksidan yang berdampak buruk pada fungsi kardiovaskular. Selain itu, terjadinya berbagi penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, kanker, osteoarthritis, dan lainnya dapat disebabkan oleh obesitas (Kemenkes. 2020).

Sejak pandemi Covid-19 ini menyebar di Indonesia, banyak masyarakat yang takut untuk beraktifitas diluar rumah. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti makanan hanya menggunakan jasa untuk memenuhi kebutuhannnya. Hal ini tentunya membuat aktifitas fisik seseorang berkurang drastis sehingga meningkatkan peluang mengidap obesitas.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita obesitas dapat diketahui menggunakan pengukuran IMT atau indeks massa tubuh. Untuk mengetahui besaran IMT seseorang dapat menggunakan rumus (Permenkes. 2014):

Nilai IMT normal yang ditetapkan oleh Kemenkes ialah 18,5-25,0. Jika hasil perhitungan  IMT >25,0 maka tergolong gemuk/ overweight (kelebihan berat badan tingkat ringan), sedangkan jika hasil perhitungan IMT >27,0 maka tergolong obesitas (kelebihan berat badan tingkat berat).

Bagi anda yang tergolong kelebihan berat badan, berikut beberapa cara untuk mengatasi permasalahan dalam menurunkan berat badan selama masa pandemi Covid-19 ini.

Mengatur porsi makan dan melaksanakan pola makan seimbang

Porsi isi piring yang dianjurkan Kemenkes adalah makanan pokok (sumber karbohidrat) dengan porsi 1/3 piring, sayur-sayuran (sumber vitamin dan mineral) dengan porsi 1/3 piring dan buah-buahan (sumber vitamin dan mineral) dengan porsi 1/3 dari ½ piring, dengan lauk sebanyak 1/3 dari ½ piring. Mengurangi jumlah konsumsi makanan sehari-hari secara drastis sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan pusing, lemas, keringat dingin, maupun gejala lainnya yang dapat membahayakan kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh. Selain itu, tidak mengkonsumsi makanan cepat saji seperti mie instant, burger, maupun minuman bersoda dan tinggi gula (P2PTM Kemenkes. 2019)

Kementerian Kesehatan juga telah membuat 10 pedoman gizi seimbang, yaitu : Membiasakan konsumsi aneka ragam makanan pokok; Membatasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak; Melakukan aktivitas fisik yang cukup serta mempertahankan berat badan ideal; Membiasakan konsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi; Mencuci tangan menggunkan sabun dan air mengalir; Membiasakan sarapan pagi; Membiasakan minum air putih yang cukup dan aman; Memperbanyak konsumsi buah dan sayur; Membiasakan membaca label pada kemasan pangan; Mensyukuri dan menikmati aneka ragam makanan.

Melakukan olahraga dengan intensitas sedang

Rutin berolah raga dengan intensitas sedang juga dinilai efektif untuk menurunkan berat badan. Olahraga intensitas sedang ialah olahraga yang dilakukan tidak terlalu berat sehingga masih mampu untuk berbicara walaupun terengah-engah, contohnya seperti senam dan jogging. Upayakan untuk berolahraga di dalam rumah, tetapi jika tidak memungkinkan dapat berolahraga di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan diantaranya mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah olahraga, menghindari sentuhan ke area wajah, menjaga jarak dengan orang lain, menghindari olahraga yang membutuhkan kontak fisik dengan orang lain, menggunakan masker yang nyaman untuk berlari (tidak pengap), dan memastikan kondisi tubuh sehat dan fit saat ingin melakukan olahraga di luar rumah. Olahraga yang disarankan jika dilakukan diluar rumah ialah bersepeda, dan jogging. Kedua olahraga tersebut juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penyakit degeneratif lainnya sehingga tidak hanya untuk menurunkan berat badan, namun juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh (P2PTM Kemenkes. 2020).

Menghindari penggunaan obat-obatan atau bahan penurunan berat badan tanpa pengawasan tenaga kesehatan

Kebanyakan obat dan bahan tersebut hanya menurunkan berat badan sementara dengan cara mengeluarkan cairan tubuh. Hal tersebut tentunya akan berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi terus menerus, bahkan berdampak terhadap daya tahan tubuh karena tubuh kekurangan cairan untuk melakukan metabolisme. Selain itu kandungan dalam obat tersebut bisa berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi tanpa pengawasan tenaga kesehatan (Kemenkes. 2017).

Berpuasa

Saat pandemi Covid-19 ini, puasa juga dapat dijadikan alternatif untuk menurunkan berat badan, terlebih saat ini banyak masyarakat yang mengurangi aktifitas nya seperti dengan kegiatan bekerja dari rumah, maupun pembelajaran sekolah dan kuliah online sehingga lebih mudah dalam berpuasa karena tidak terlalu lelah. Puasa cukup efektif untuk menurunkan berat badan dikarenakan saat tubuh berpuasa makan asupan makanan dalam tubuh akan berkurang sehingga tubuh membakar lemak untuk mendapatkan energi tambahan. Berpuasa juga tidak berpeluang terinfeksi Covid-19 dikarenakan tidak perlu untuk melakukan kontak dengan orang lain seperti halnya olahraga di luar rumah (Wire. 2019)

Beberapa tips diatas dapat anda lakukan untuk membantu menurunkan berat badan di masa pandemi Covid-19 ini. Tentunya hal tersebut harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan hingga IMT tubuh mencapai nilai ideal/ normal.

Sumber:

Kass, David A. dkk. 2020. Obesity could shift severe Covid-19 disease to younger ages. The Lancet Journal. Hal 1544-1545. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)31024-2

Kemenkes. 2017. Panduan Pelaksaan Gentas. Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 41 Tahun 2014.

Wire, Nure. 2019. Pengaruh Puasa Senin Kamis Dengan Metode Latihan O7W (OCD 7 MINUTE WORKOUT) Terhadap Penurunan Berat Badan. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan. Hal 150-156

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/aktivitas-fisik-di-masa-pandemi-covid-19-bagi-orang-dengan-faktor-risiko-ptm-3. Diakses pada 16 Agustus 2020 pukul 19.30.

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/tips-menurunkan-berat-badan. Diakses pada 16 Agustustus 2020 pukul 21.00.

33 thoughts on “Apakah Anda tergolong Obesitas? Begini Cara Menurunkan Berat Badan di Masa Pandemi Covid-19

    1. setelah membaca artikel ini banyak informasi dan tips yang saya dapatkan..
      terimakasih informasi yang sangat bermanfaat dan bisa menambah wawasan untuk kita semua😊😊

  1. Mengatur porsi makanan dan melakasanakan pola makan seimbang :

    Makan malam tidak langsung berkaitan dengan sehat atau tidak, tetapi lebih ke permasalahan berat badan.
    Makan malam suatu keharusan, asalkan jenis, porsi dan waktunya diperhatikan.
    Makan malam paling lambat 3 jam sebelum waktu tidur, sebab pada malam hari secara alamiah organ-organ tubuh akan mengistirahatkan sebagai persiapan tidur.
    Makan terlalu larut malam, menyebabkan lebih banyak makanan yang disimpan tubuh sebagai lemak.

  2. Yaa betul sekali. . Ini pengalaman saya sendiri. BB saya naik. .seiring dengan itu tensi saya pun ikut naik.Dengan obesitas otimatias.aktivitas pun akan lebih susah sehingga pembakaran dalam tubuh pun kurang maksimal. Yang akhirnya terjadi penumpukan lemak. Dan penumpukan lemak ittu bisa salah satunya dijantung.dan di yg lainya juga Yg mengakibatkan arteosklerosis. Dan aliran darah di jantung tidak lancar.
    Sebagai salah satu tip nya yg saya jalankan. Makann sehat. Olah raga teratur. Istirahat yang cukup. Saya coba rutin olah raha 3 kali dalam se minggu. Alham dulillah BB turun dalam 2 bulan 9 kg. Barrokalloh semangar

  3. Iya benar dimasa pandemi kita cenderung malas bergerak dan banyak makan karena takut sakit tapi kadang tidak melihat gizi seimbang dan di barengi aktifitas fisik sehingga cenderung bb naik.tks infonta

  4. Faktor utama segala hal adalah selalu bergembira. Jd bergembiralah dgn hati yg senang tapi juga makanan tetap di jaga

  5. informasi yang sangat menarik, apalagi di era sekarang ini semakin banyak orang yang mengalami obesitas

  6. HooH bener bangeeet, sy jg mengalamin nya, krn saat pandemi sy lg hamil besar, krn takut sakit, makan an yg di makan gak di hitung kalori yg masuk akhir ny BB naik drastis akhir nya pd saat sudah mendekati lahir an tensi sy ikut naik dan sy di diagnosa preklamsia,, tdk bs lahir normal 😭😭😭 informasi ini sangat ber manfaat bangeet insyaa Allah akan di aplikasikan nanti setelah selesai masa S1 dan S2 MengASI hi selesai,,, semangattt,, buat yg lg mengalami obesitas bs ikutin tips di atas, tks 🥰🥰😘😘

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *